Change Your Thoughts: CHANGE EVERYTHING - Bruce Lipton

Change Your Thoughts: CHANGE EVERYTHING - Bruce Lipton 

 

Bagaimana kamu berpikir dan bagaimana kamu merasa, akan mengubah hidupmu.

Ubah pikiranmu, maka kamu akan mengubah kimianya. Ubah kepercayaanmu menjadi berdaya.

 

Aku akan mendiskusikan konsep terkini terkait bagaimana ketakutan mempengaruhi biologi (tubuh) kita. Apa yang kami pahami dari ilmu epigenetik (cabang ilmu biologi yang mempelajari perubahan karakter individu karena adanya modifikasi-modifikasi dari molekul asam nukleat, protein histon yang mengemas DNA, yang semua itu dapat mempengaruhi jumlah protein yang dihasilkan) adalah bahwasannya darah benar-benar mengontrol aktivitas genetik kita. Dan komposisi darah atau senyawa kimianya itu didasarkan pada persepsi yang ada dipikiran kita.

Saat kita mulai memegang persepsi yang menakutkan/mengerikan, kita mengeluarkan zat kimia yang berbeda di dalam darah untuk mempersiapkan kita melindungi diri dari ketakutan yang kita percaya akan mempengaruhi kita.

“Baik, apa yang terjadi?”. Aku katakan “Ketika kita membayangkan hal-hal yang menakutkan, salah satu hal yang terjadi adalah kita akan membuat tubuh kita waspada untuk merespon hal yang ditakutkan tersebut. Kebanyakan dari kita tahu bahwa kewaspadaan tersebut berhubungan dengan sistem adrenalin, sistem “Lawan atau Lari” yang terbentuk di tubuh kita.

“Baik, apa yang terjadi secara fisiologis ketika kita mengalami ketakutan di pikiran kita?”. Jawabannya “Otak akan melepas hormon-hormon stres seperti kortisol atau norepinefrin sebagai agen-agen yang mempengaruhi sistem imun seperti histamin atau sitokin.

“Jadi, apa respon kolektif dari zat-zat kimia ketakutan di dalam darah?”. Jawabannya “Itu berhubungan dengan aliran energi di tubuh kita.” Pahami ini, bahwa darah mengontrol energi karena di sanalah seluruh nutrisi dan sumber daya berada. Dalam keadaan normal, yaitu saat kita tidak ketakutan, darah lebih terkonsentrasi atau kurang terkonsentrasi di viscera (organ dalam, terutama yang ada di dada dan perut) kita, organ-organ yang benar-benar membantu tubuh kita tumbuh, memperbaiki diri, dan menjaga dirinya. Sehingga, energi di dalam darah itu sekarang ini sedang digunakan untuk menjaga biologi (tubuh) kita. Namun, saat kita hidup dalam ketakutan, seperti saat sedang dikejar harimau, “Kemana kamu ingin darahmu menuju?” Tentu saja, saat sistem adrenalin membantu kita dengan respon “Lawan atau Lari”, sistem adrenalin akan mengarahkan aliran darah ke tangan dan kaki karena organ-organ itulah yang akan kita gunakan untuk melarikan diri dari apa yang kita takuti (harimau itu). Jadi, hal pertama yang terjadi saat ketakutan muncul di pikiran kita ialah hormon-hormon stres akan pergi di dalam darah, menyebabkan pembuluh darah di gut (perut, usus, atau saluran pencernaan) menjadi dinonaktifkan. Kenapa? Karena kita tidak perlu menggunakan energi tersebut untuk menumbuhkan dan menjaga tubuh. Ketika kita dikejar harimau, saat pembuluh darah di gut (perut, usus, atau saluran pencernaan) yang berguna untuk meremas atau menggiling makanan dinonaktifkan, pada saat ini darah didorong ke tangan dan kaki yang mana kedua organ itulah yang penting untuk melakukan respon “Lawan atau lari”. Ini menarik karena dalam kondisi ketakutan, beberapa orang mengalami apa yang disebut “butterflies in the stomach” (kupu-kupu di perut -> (1) Kondisi dimana pembuluh darah yang mengelilingi perut dan usus mengerut dan otot-otot pencernaan berkontraksi. Penurunan aliran darah itulah yang membuat kita merasa seperti ada serangga bersayap beterbangan di perut kita [discovery.com]. (2) sebuah ungkapan untuk perasaan gugup atau takut pada sesuatu [dictionary.cambridge.org]). “Butterflies in the stomach” tersebut merupakan konsekuensi fisiologis dari hormon-hormon stres yang menyebabkan pembuluh darah yang digunakan untuk meremas atau menggiling makanan di dalam gut (perut, usus, atau saluran pencernaan) dinonaktifkan untuk mendorong darah ke tangan dan kaki yang merupakan organ yang membutuhkan energi. Jadi, No.1, saat kamu hidup dalam ketakutan, kamu menonaktifkan pertumbuhan dan perawatan tubuh sebagai persiapanmu untuk melawan atau lari (respon “Lawan atau Lari”). No.2, ada efek lain ketika hormon-hormon stres dilepas ke tubuh. Yaitu, kita ingin melestarikan/melindungi seluruh energi yang memungkinkan untuk melarikan diri dari harimau. Sehingga, kita menonaktifkan setiap mekanisme yang tidak penting/tidak dibutuhkan untuk respon “Lawan atau lari”. Ini sangat penting mengingat sistem imun itu seperti sebuah sistem adrenalin internal. Sistem imun melindungi kita dari ancaman-ancaman yang ada di dalam tubuh kita. Sistem imun ini menggunakan banyak sekali energi sebagaimana yang telah kamu ketahui karena jika kamu sakit kamu akan sadar bahwa energi yang kamu miliki sungguh sedikit. Kamu mungkin tidak punya cukup energi untuk beranjak dari tempat tidur. Jadi, hal ini benar-benar penting. Ketika hormon-hormon stres dilepas di dalam tubuh untuk melestarikan/melindungi energi untuk “Lawana tau Lari”, hormon-hormon stres menonaktifkan sistem imun. Ini sangat vital karena penggunaan energi tersebut oleh sistem imun sangat tinggi. Sistem imun akan terganggu oleh respon “Lawan atau lari” tersebut. Jadi, hal yang pentingnya itu adalah ini. Tidak hanya kita mengarahkan aliran darah keluar dari viscera (organ dalam, terutama yang ada di dada dan perut) yang merawat tubuh kita, kita juga menghambat sistem imun yang melindungi bagian dalam tubuh kita.

Sekarang, jika itu hanya sebuah pelarian diri dari seekor harimau yang hanya berlangsung selama 10 menit. Maka saat kamu berhasil melarikan diri dari harimau tersebut, sistem ini akan kembali normal (sistem-sistem di tubuh akan berjalan dengan normal Kembali seperti biasa). Namun, apa yang terjadi ketika yang dialami adalah ketakutan kronis (ketakutan dalam jangka waktu yang lama)? Seperti ketakutan dalam kehidupan sehari-hari dimana tidak ada yang mendukung kita? Jawabannya adalah ini, secara kronis (dalam jangka waktu yang lama) kita menonaktifkan perawatan tubuh yang membuat kita terbuka/rentan akan infeksi dan inflamasi serta semua masalah-masalah lainnya. Lalu, ketika kita terbuka/rentan terhadap infeksi-infeksi tersebut, coba tebak? Kita juga saat ini menonaktifkan sistem imun yang melindungi diri kita dari infeksi-infeksi tersebut. Jadi, ketika saya berkata “Kita menonaktifkan pertumbuhan dan perawatan tubuh kita, kita menonaktifkan sistem imun kita selama 10 menit pelarian dari harimau, tentu tidak masalah.” Tapi, di dunia saat ini, stres tidak terjadi selama 10 menit. Melainkan 24 jam per hari selama 1 minggu selama 365 hari. Apa dampak jangka panjang dari hidup dalam ketakutan? Jawabannya adalah tubuh menjadi sakit, dan mulai berantakan, dan sekarang berubah menjadi stres. Masalah yang ditimbulkan oleh ketakutan adalah stres yang bertanggung jawab atas 90% dari semua penyakit yang ada. Dan ketika kita berpikir gen lah yang menyebabkan penyakit, itu keliru. Stres lah yang menyebabkannya. Dampak kimiawi dari itu menghentikan pertumbuhan, menonaktifkan sistem imun, dan membuka peluang bagi tubuh untuk suatu kegagalan. Inilah mengapa penyakit adalah dampak dari ketakutan kronis (yang berkepanjangan). Inilah yang relevan (berhubungan) dengan ini.

Kita telah belajar untuk menghilangkan ketakutan. Kita telah mengenali bahwa kebanyakan dari ketakutan itu hanyalah pemrograman (pikiran yang diprogram di otak kita, semacam pola pikir/mindset). Orang-orang menakut-nakuti kita dengan suatu kepercayaan “ini akan terjadi” dan “itu yang akan terjadi”. Ketika kita menyimpan kepercayaan itu di dalam pikiran kita, kepercayaan-kepercayaan itu akan diterjemahkan ke dalam zat kimia stres yang kemudian berdampak pada tubuh dalam suatu cara yang sangat negatif. Jadi, kita perlu mengubah kesadaran kita. Kita harus menghentikan ketakutan di pikiran kita. Kita harus mengubah pikiran-pikiran kita menjadi pikiran-pikiran yang sehat. Sehingga, ketika ada bayangan/gambaran yang menakutkan tidak lagi melemahkan kita. Sehingga, setiap kali ketakutan muncul di dalam pikiran kita, kita bisa mengubah makna/ceritanya menjadi makna/cerita yang lain, atau gambaran-gambaran lain yang membahagiakan, menyenangkan, dan semacamnya.

Ketakutan itu sendiri adalah penyebab dari penyakit. Dan tentunya, ketakutan itu adalah akibat dari kesadaran. Itu tidak benar-benar nyata pada hampir setiap kasus. Itu hanyalah sebuah kepercayaan. Jika kita ubah kepercayaan itu, kepercayaan-kepercayaan yang berkaitan dengan ketakutan, kita akan mampu kembali ke keadaan sehat, ke sistem vital yang sehat, di mana darah mengalir kembali ke viscera (organ dalam, terutama yang ada di dada dan perut), merawat kita, dan hambatan-hambatan yang ada di sistem imun akan dihentikan. Di dalam proses ini, kita bisa memiliki kehidupan yang penuh akan kesahatan dan kebahagiaan, khususnya ketika kamu mengenali bahwa lebih dari 90% penyakit yang ada di planet ini berasal dari ketakutan.

Itu kembali kepada kita/tergantung kita. Kita bisa mengubah ketakutan. Kita harus dengan sadar mengarahkan ketakutan tersebut dan mengubah atau menggantinya dengan pikiran-pikiran cinta, kebahagiaan, kesenangan, kesehatan, dan hal-hal lainnya yang membangkitkan bayangan/gambaran yang luar biasa. Sebab, dalam mindset/pola pikir tersebut, zat kimia akan menambah vitalitas/semangat/gairah/daya hidupmu.

Ubah pikiranmu, maka kamu mengubah kimianya. Oleh karena itu, kamu menjadi berdaya untuk bertahan hidup dan tumbuh subur.

 

“Momen ketika kamu mengubah persepsimu adalah momen ketika kamu menulis ulang zat kimia di tubuhmu” Bruce Lipton

 

“Banyak dari kita mengarah pada kehidupan yang terbatas, bukan karena kita harus tetapi karena kita berpikir kita harus.” Bruce Lipton

 

“Kamu adalah magnet hidup. Apa yang kamu tarik ke kehidupanmu serasi dengan pikiran dominanmu.” Brian Tracy

 

“Habiskan waktu dengan merenungkan kamu ingin jadi siapa. Proses merenungkan kamu ingin jadi siapa, mulai mengubah otakmu.” Dr. Joe Dispenza

 

Di terjemahkan dari video “Change Your Thoughts: CHANGE EVERYTHING - Bruce Lipton”

https://www.youtube.com/watch?v=b-Bkxz6ylSs

(sesuai kemampuan penerjemah)